Globalisasi, Isu Global, dan Internasional

Konten []
Pada era modern seperti sekarang ini, banyak perusahaan-perusahaan multinasional yang masuk ke Indonesia atau ke negara-negara lain. Tentu saja peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di negara tujuan berbeda dari negara asal. Tidak hanya peraturan dan perundang-undangan yang berbeda, tetapi budaya dan bahasa yang berlaku di negara tujuan juga berbeda. Selain itu ada isu-isu global lain yang dapat mempengaruhi perusahaan, terutama perusahaan multinasional. Jika hal-hal tersebut tidak diperhatikan oleh para manajer dari perusahaan multinasional, maka dapat menghambat atau bahkan mengganggu jalann atau tujuan dari perusahaan multinasional tersebut. Oleh karena itu, para manajer harus memperhatikan isu global apa saja yang ada di seluruh dunia. 

Munculnya era globalisasi tidak terlepas dari upaya manusia untuk melakukan pembaruan di berbagai bidang kehidupan guna meningkatkankesejahteraan bersama. Era Globalisasi tersebut telah mengubah pandangan perusahaan untuk mengembangkan usahanya di pasar global. Tujuan pengembangan usaha tersebut tidak hanya berorientasi pada growth and profit, tetapi juga untuk tujuan lain yang lebih besar antara lain, keinginan untuk mencapai economies of scale, mengurangi resiko perusahaan, mencari peluang pasar yang lebih besar dibandingkan yang ada di negara asalnya dan alasan-alasan lain.

Globalisasi membawa pengaruh besar dalam pengambilan keputusan perusahaan. Perusahaan harus berkoordinasi dengan cepat untuk pengambilankeputusan agar keputusan perusahaan tidak bertentangan dengan aturan dan budaya dimana perusahaan berada.

Globalisasi, Isu Global, dan Internasional
Globalisasi, Isu Global, dan Internasional

Organisasi Multinasional

Organisasi yang melakukan operasi bisnis di seluruh batas nasional disebut perusahaan internasional (international firms) atau korporasi multinasional (multinational corporation). Proses manajemen strategik secara konseptual sama untuk perusahaan multinasional sebagai perusahaan domestik yang seutuhnya; bagaimanapun, proses tersebut adalah lebih kompleks untuk perusahaan internasional sebagai hasil dari variabel dan hubungan yang lebih banyak. Sosial, budaya, demografik, lingkungan, politis, pemerintahan, hukum, teknologi dan peluang serta ancaman yang berhadapan dengan korporasi multinasional hampir tidak terbatas dan jumlah serta kompleksitas dari faktor-faktor ini meningkat secara dramatis dengan jumlah produk yang diproduksi dan jumlah wilayah geografik yang dilayani.

Lebih banyak waktu dan usaha yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi tren dan peristiwa eksternal dalam korporasi multinasional dibandingkan dengan korporasi domestik. Rentang geografis, budaya dan perbedaan nasional serta variasi dalam praktik bisnis sering kali membuat komunikasi antar kantor pusat domestik dan operasi luar negeri sulit. Implementasi strategi dapat lebih sulit karena pernedaan budaya memiliki norma, nilai dan etika kerja yang juga berbeda.

Korporasi multinasional (multinational corporate-MNC) menghadapi risiko yang unik dan beragam, seperti pengambilalihan aset, kerugian mata uang melalui fluktuasi tingkat pertukaran, interpretasi pengadilan luar negeri yang tidak menguntungkan dari kontrak dan persetujuan, gangguan sosial/politik, larangan impor/ekspor, tarif dan hambatan perdagangan. Para penyusun strategi di MNC sering berkonfrontasi dengan kebutuhan untuk bersaing secara global dan responsif secara nasional diwaktu yang sama. Dengan kenaikan dalam perdagangan dunia, pemerintah dan lembaga peraturan semakin lebih dekat dalam pengawasan praktik bisnis luar negeri.

Sebelum memasuki pasar internasional, perusahaan seharusnya dapat memindai jurnal yang relevan dan laporan paten, mencari saran akademis dan organisasi peneliti, berpartisipasi dalam urusan perdagangan internasional, bentuk kemitraan dan melaksanakan penelitian ekstensif untuk memperluas kontan mereka dan mengurangi beberapa risiko dalam melakukan bisnis di pasar baru.

Keuntungan dan Kerugian dari Operasi Internasional

Perusahaan memiliki banyak alasan untuk memformulasi dan mengimplementasikan strategi yang mengawali, melajutkan atau memperluas keterlibatan dalam operasi bisnis di seluruh batas negara. Diharapkan keuntungan terbesar adalah perusahaan dapat mendapatkan pelanggan baru untuk produk dan layanan mereka sehingga meningkatkan penerimaan laba. Pertumbuhan dalam penerimaan dan profit adalah sasaran organisasional umum dan sering kali menjadi ekspektasi pemegang saham karena ini adalah ukuran keberhasilan organisasional.

Keuntungan potensial untuk mengawali, melamjutkan atau memperluas operasi internasional adalah sebagai berikut:
  1. Perusahaan dapat meraih pelanggan baru untuk produk mereka.
  2. Operasi asing dapat menyerap kelebihan kapasitas, mengurangi biaya unit, dan menyebarkan risiko ekonomi atas jumlah pasar yang lebih luas. 
  3. Operasi asing dapat memudahkan perusahaan untuk mendirikan fasilitas produksi rendah biaya di lokasi yang dekat dengan bahan mentah atau buruh murah. 
  4. Pesaing dalam pasar asing mungkin tidak tersedia atau persaingan mungkin kurang intens dibandingkan dalam pasar domestik. 
  5. Operasi asing dapat berdampak pada tarif yang rendah, pengurangan pajak dan perlakuan politis yang menguntungkan. 
  6. Ventura bersama dapat membantu perusahaan untuk mempelajari teknologi, budaya dan praktik bisnis dari orang lain dan untuk membuat kontrak dengan pelanggan potensial, pemasok, kreditur dan penyalur dinegara asing. 
  7. Skala ekonomi dapat dicapai dari operasi global daripada hanya pasar domestik. Skala produksi yang semakin besar dan efisien yang lebih baik memungkinkan volume penjualan dan penawaran harga yang lebih rendah. 
  8. Kekuatan dan prestise perusahaan dalam pasar domestik dapat meningkat secara signifikan jika perusahaan pesaing secara global. Meningkatkan prestise dapat diterjemahkan ke dalam kekuatan bernegosiasi yang meningkat di antara kreditur, pemasok, penyalur dan kelompok penting lain. 

Ketersediaan, kedalaman dan reliabilitas dari ekonomi dan informasi pemasaran dalam berbagai negara bervariasi secara meluas, seperti struktur industrial, praktik bisnis dan jumlah serta sifat dari organisasi regional. Terdapat juga kerugian potensial yang besar dari mengawali, melanjutkan atau memperluas bisnis di seluruh batas negara, yaitu sebagai berikut:
  1. Operasi asing dapat terukur oleh fraksi nasionalis.
  2. Perusahaan menghadapi lingkungan sosial, budaya, demografik, lingkungan, politik, pemerintahan, hukum, teknologi, ekonomi dan kekuatan bersaing yang berbeda dan kadang sulit dipahami ketika melakukan bisnis secara internasional. Kekuatan-kekuatan ini dapat membuat komunikasi yang sulit dalam perusahaan. 
  3. Kelemahan pesaing dalam wilayah asing juga sering terlalu dilebih-lebihkan dan kekuatannya sering diremehkan. Memastikan bahwa perusahaan tetap terinformasi mengenai jumlah dan sifat dari pesaing adalah lebih sulit ketika melakukan bisnis secarra internasional. 
  4. Perbedaan sistem bahasa, budaya dan nilai di setiap negara yang dapat menciptakan hambatan untuk berkomunikasi dan masalah dalam mengatur orang. 
  5. Meraih pemahaman organisasi regional seperti Komunitas Ekonomi Eropa, Wilayah Perdagangan Bebas Amerika Latin, Bank Internasional untuk Rekontruksi dan Pengembangan, serta Korporasi Keuangan Internasional adalah sulit tetapi sering dibutuhkan dalam melakukan bisnis secara internasional. 
  6. Berhubungan dengan dua atau lebih sistem moneter dapat mempersulit operasi bisnis internasional. 

Tantangan Global

Hanya sedikit perusahaan yang mampu untuk mengabaikan keberadaan persaingan internasional. Perusahaan yang tampak terisolasi dan berkembang hari ini mungkin mengalami kendala dihari esok; contohnya bank asing belum melakukan persaingan atau beroperasi di sebagian besar Amerika Serikat, tetapi hal ini juga berubah.

Perekonomian Amerika Serikat sudah tidak terdiri dari banyak orang Amerika sendiri. Ekonomi dunia dan sistem moneter bermunculan. Korporasi ditiap tempat di bumi mengambil keuntungan dari kesempatan untuk mendapatkan pelanggan secara global. Pasar bergeser dengan cepat dan dalam banyak kasus terpusat pada selera, tren dan harga. Sistem transportasi yang inovatif mempercepat pemindahan teknologi.

Semakin banyak perusahaan diseluruh dunia yang menyambut investasi dan modal asing. Sebagai hasilnya, pasar tenaga kerja menjadi lebih dikenal secara internasional. Negara-negara Asia Timur adalah pemimpin pasar dalam industri padat karya, Brasil menawarkan sumber daya alam yang berlimpah dan dengan cepat mengembangkan pasar dan Jerman menawarkan tenaga kerja terlatih dan teknologi. Dorongan untuk meningkatkan efisiensi operasi bisnis global membawa kepada spesialisasi fungsional yang lebih besar. Hal ini tidak terbatas pada pencarian dari tenaga kerja berbiaya rendah yang biasa di Amerika Latin atau Asia. Pertimbangan lain meliputi biaya energi, kesediaan sumber daya, tingkat inflasi, tingkat pajak dan sifat dari regulasi perdagangan.

Banyak negara yang menjadi lebih proteksionis selama resesi ekonomi global terkini. Proteksionisme (protectionism) merujuk kepada pemaksaan tarif, pajak dan regulasi dari perusahaan luar negeri untuk membantu perusahaan mereka sendiri dan orang lain. Sebagian besar ahli ekonomi berpendapat bahwa proteksionisme mengancam ekonomi negara karena hal tersebut menghambat perdagangan antar-negara dan mengundang pembalasan dendam.

Kemaajuan dalam telekomunikasi menggambarkan negara, budaya dan organisasi di seluruh dunia saling mendekat satu sama lain. Penerimaan asing sebagai persentase dari penerimaan total perusahaan pada ratusan perusahaan Amerika Serikat termasuk ExxonMobil, Gillete, Dow Chemical, Citicorp, Colgate-Palmolive dan Texaco sudah melebihi 50%.

Alasan utama mengapa kebanyakan perusahaan domestik melakukan bisnis secara global adalah pertumbuhan permintaan barang dan jasa di luar Amerika Serikat dianggap lebih tinggi daripada didalam AS sendiri. Contohnya, industri makanan domestik tumbuh hanya 3% per tahun sehingga Kraft Food, perusahaan makanan kedua terbesar di dunia di belakang Nestle sedang berfokus pada akuisisi luar negeri.

Pemegang saham dan investor berharap pertumbuhan penerimaan yang terjaga dari perusahaan; memuaskan pertumbuhan untuk banyak perusahaan yang hanya dapat dicapai dengan mengapitalisasi permintaan dari luar Amerika Serikat. Usaha bersama dan kemitraan antara perusahaan domestik dan luar negeri menjadi aturan daripada pengecualian.

Globalisasi

Globalisasi (globalization) adalah proses melakukan bisnis di seluruh dunia, sehingga keputusan strategis perusahaan dibuat berdasarkan profitabilitas global dari perusahaan dibandingkan hanya pertimbangan domestik. Strategi global mencari cara untuk memenuhi kebutuhan konsumen di seluruh dunia, dengan nilai tertinggi pada biaya terendah. Hal ini bisa berarti menempatkan produksi di negara-negara dengan biaya tenaga kerja terendah atau sumber daya alam yang melimpah, menempatkan pusat penelitian dan teknik rekayasa kompleks di mana ilmuwan ahli dan insinyur dapat ditemukan dan menempatkan aktivitas pemasaran dekat dengan pasar yang akan dilayani.

Strategi global (global strategy) memasukkan perancangan, produksi dan produk pemasaran dengan kebutuhan global dalam pikiran daripada mempertimbangkan negara individu sendiri. Strategi global mengintegrasikan tindakan melawan pesaing ke dalam rencana mendunia.

Mengawasi globalisasi dalam satu industri adalah aktivitas manajemen strategik yang penting. Mengetahui bagaimana untuk menggunakan informasi untuk satu keuntungan bersaing, bahkan lebih penting. Contohnya, perusahaan bisa melihat ke seluruh dunia untuk teknologi terbaik dan memilih satu yang paling menjanjikan untuk jumlah pasar terbesar. Ketika perusahaan merancang produk, mereka merancangnya agar bisa dipasarkan di sebanyak mungkin negara. Ketika perusahaan membuat produk, mereka memilih sumber biaya terendah seperti Jepang untuk semikonduktor, Srilanka untuk tekstil, Malaysia untuk elektronik sederhana dan Eropa untuk presisi permesinan.