Pengertian Kepemimpinan Resonansi

Konten []
Kata resonansi (resonance) berasal dari bahasa latin resonare yang artinya “menggemakan”, sedangkan menurut Oxford English Dictionary arti resonance adalah “penguatan atau pemanjangan suara melalui pemantulan” atau “melalui getaran yang selaras”. Resonansi dalam ilmu fisika diartikan sebagai peristiwa bergetarnya suatu benda karena getaran benda lain. Artinya ada kesamaan antara kedua benda tersebut, yaitu sama-sama bergetar. Hubungannya dengan kepemimpinan, resonansi yang dimaksud disini adalah bagaimana pemimpin mampu merasakan juga apa yang dirasakan oleh pengikutnya/bawahnnya. Pemimpin resonansi mampu memahami dan berempati terhadap apa yang dirasakan oleh bawahannya.

Resonansi adalah kapasitas untuk melakukan sinkronisasi satu sama lain; Oleh karena itu, kepemimpinan resonan adalah kapasitas untuk disesuaikan dengan kebutuhan tim manusia. Menurut psikolog dan penulis buku terlaris David Coleman, ketika berbicara tentang manajer puncak, kecerdasan emosional (EQ) dua kali lebih penting daripada keterampilan + IQ. Pemimpin yang resonan memiliki tingkat EQ yang lebih tinggi dan kemampuan yang lebih banyak untuk menghubungkan diri mereka dengan tim mereka. Mereka lebih dipercaya oleh karyawan mereka karena mereka menunjukkan empati pada saat terjadi masalah, tantangan, dan krisis pribadi. Mereka menciptakan harmoni dalam sebuah kelompok dan memotivasi pekerja untuk mengikuti sebuah penglihatan, bahkan ketika situasinya tegang

Pengertian Kepemimpinan Resonansi
Pengertian Kepemimpinan Resonansi


Resonant leadership mempengaruhi diri anda dan berhubungan dengan orang lain melalui kesadaran, harapan, dan kepedulian. Resonant leader adalah pria maupun wanita yang memimpin dengan penuh gairah dalam mencapai tujuan –tujuan mereka. Pemimpin hebat membangun hubungan yang harmonis dengan orang–orang di sekitar mereka. Kunci untuk membangun hubungan yang harmonis adalah dengan kecerdasan emosional. Selain itu, seorang resonant leader memetakan arah menuju wilayah yang belum dikenal dan memberikan inspirasi kepada orang–orang yang ada dalam organisasi, lembaga dan masyarakat. Mereka mencari berbagai peluang baru ditengah–tengah berbagai tantangan yang ada saat ini, memberikan secercah harapan ketika dihadapkan pada rasa takut dan keputusasaan. Para pemimpin jenis ini mampu menggerakkan orang–orang di kelompoknya dengan penuh kekuatan, gairah, dan ketegasan. Mereka melakukannya sembari mengelola pengorbanan yang tidak bisa dihindari, yang sudah melekat dalam peran mereka. Mereka mendedikasikan diri mereka untuk tujuan yang mulia, namun mereka juga peduli pada diri mereka, dengan terus terlibat dalam upayapembaruan diri supaya mereka tetap bisa beresonansi sepanjang waktu.

Resonansi adalah energi kolektif yang kuat yang bergema di antara orang-orang dan mendukung produktivitas yang lebih tinggi, kreativitas, rasa persatuan, rasa tujuan, dan hasil. Resonansi berasal dari kemampuan kita untuk menggunakan sistem kognitif dan biologis kita sendiri untuk menguasai keterampilan kesadaran diri, kesadaran orang lain, empati, dan kecerdasan emosional. Pemimpin resonan menggunakan keterampilan kecerdasan emosional dan sosial untuk memperbarui diri, menciptakan hubungan yang positif, dan menumbuhkan, lingkungan hidup yang sehat untuk melibatkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Mereka melakukan hal ini melalui kesadaran, harapan dan kasih saying, yaitu:
  1. Kesadaran: Kesadaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh, pikiran, hati, dan jiwa, dengan memperhatikan apa yang terjadi di sekitar Anda.
  2. Harapan: Memetakan suatu tindakan pada tujuan yang diartikulasikan secara jelas, percaya tujuan dapat dipenuhi dan akhirnya mencapai mereka dengan rasa kesejahteraan . 
  3. Compassion: Belas kasihan adalah empati dalam tindakan, bukan hanya peduli, tetapi membantu orang lain untuk menemukan mimpi mereka dan membantu untuk mencapainya.

Pemimpin resonan mengelola emosi negatif, melakukan dengan hati-hati, sadar dan tepat. Pemimpin seperti ini memancarkan emosi yang menular dan mempengaruhi semua di sekitar mereka. Para pemimpin ini secara sadar menyesuaikan diri dengan orang-orang, fokus mereka pada penyebab umum, membangun rasa kebersamaan, dan menciptakan iklim yang merilis gairah rakyat, energi, dan semangat bersatu. Mereka mampu tetap tenang dan tetap fokus untuk mengelola diri mereka sendiri dan orang lain secara efektif di bawah tekanan atau ketika berhadapan dengan situasi ambigu.

Pemimpin resonan juga memfasilitasi pemberdayaan, bertindak dengan cara yang meninggalkan orang-orang di sekitar mereka (rekan, anggota tim, karyawan, pemasok, anggota masyarakat, dll) merasa lebih kuat dan lebih mampu. Mereka mendorong partisipasi dan kerja sama tim dengan tetap intens berhubungan dengan apa yang mereka memimpin berpikir dan merasa untuk memotivasi dan memberikan energi. Resonan lingkungan kerja dukungan kesehatan dan kesejahteraan, mendorong kolaborasi dan inovasi, terlibat dan memotivasi karyawan, dan akhirnya menyebabkan peningkatan kinerja secara keseluruhan.