Pengertian Manajemen Koperasi Dan UKM PDF, PPT, Doc

Konten []
Materi Manajemen Koperasi dan UKM - Sejak zaman penjajahan koperasi menjadi suatu sistem perekonomian yang sangat bagus, akan tetapi karena perkembangan zaman, sistem koperasi seolah tergerus padahal perekonomian Indonesia bisa maju apabila menerapkan sitem ini.

di era sekarang dimana koperasi sudah tergerus modernisasi menjadkan beberapa generasi penerus menjadi kurang tahu mengenai sistem koperasi. untuk itu ulasan dibawah ini akan mejabarkan sedikit tentang manajemen koperasi supaya pembaca lebih paham dan tahu tentang sistem koperasi.

Baiklah, kali ini kami situs Teknologi Terkini akan membahasa pengertian dari Manajemen Koperasi dan UKM berbentuk PDF, Doc yang bisa anda download juga. modul atau materi yang saya share ini bisa nda download dengan mudah dan gratis.

Pengertian Manajemen Koperasi Dan UKM


Pengertian Manajemen Koperasi
Manajemen Koperasi



Simak Juga Pengertian Surat dan Surat Bisnis Serta Contohnya

1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.


2. Menurut R. Terry, manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya


3. Menurut James A.F. Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.


Pengertian Koperasi

Pengertian manajemen koperasi adalah secara sederhana berawal dari kata ”co” yang berarti bersama dan ”operation” (operasi) artinya bekerja. Jadi pengertian koperasi adalah kerja sama. Sedangkan pengertian umum koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan sama, diikat dalam suatu organisasi yang berasaskan kekeluargaan dengan maksud menyejahterakan anggota.


1. Menurut Dr. Fay, koperasi adalah suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat tidak memikirkan dari sendiri sedemikian rupa, sehingga masing-masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan pemanfaatan mereka terhadap organisasi.


2. Menurut Prof. R.S. Soeriaatmadja, koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota yang adalah juga pelanggannya dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar nirlaba atau dasar biaya.


Pengertian Manajemen Koperasi

Berdasarkan pengertian-pengertian manajemen dan koperasi di atas maka manajemen koperasi dapat diartikan sebagai penerapan ilmu manajemen di koperasi dimana orang-orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab melaksanakan proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian sumber daya yang dimiliki oleh koperasi untuk mencapai tujuan koperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan berdasarkan nilai dan prinsip-prinsip koperasi.



Prinsip Koperasi


1. Keanggotaan Bersifat Sukarela Dan Terbuka

Koperasi menerima anggota secara terbuka bagi siapa saja yang berminat menjadi anggota dengan tidak pandang status masyarakat baik dari kalangan bawah, menengah maupun atas, siapapun mempunyai hak yang sama untuk mendaftarkan diri dan tidak bersifat memaksa dengan tidak mewajibkan seluruh masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai anggota yang akan menjadi bagian dari koperasi yang akan didirikan.


2. Pengelolaan Dilakukan Secara Demokrasi

Koperasi membentuk struktur organisasi sesuai dengan ketentuan yang telah ada dengan berlandaskan kekeluargaan yang menjunjung asas demokrasi dalam penyelenggaraan rapat anggota, pembentukan pengawas, penentuan pengurus, dan penunjukkan pengelola sebagai karyawan yang bekerja di koperasi.


3. Pembagian SHU Dilakukan Secara Adil Sesuai Dengan Besarnya Jasa Usaha Masing-Masing

Koperasi mempunyai tujuan untuk mensejahterakan masyarakat pada umumnya dan anggota pada khususnya, maka dalam usaha meningkatkan kesejahteraan anggotanya koperai berusaha semaksimal mungkin untuk bersifat dan berlaku adil dan merata terutama dalam hal pembagian sisa hasil usaha dengan mempertimbangkan aspek kepercayaan dalam pengelolaan koperasi yang telah diberikan oleh masing-masing anggota yang dinilai dalam bentuk besarnya jasa usaha.


4. Pemberian Balas Jasa Yang Terbatas Terhadap Modal

Koperasi memberikan timbal balik kepada anggota yang telah menanamkan modalnya dan mempercayakan koperasi dalam mengelola modal tersebut berupa balas jasa yang sesuai dengan keadilan, keseimbangan dan keterbatasan seberapa besar modal yang telah diberikan anggota dengan transparan agar anggota jelas dan mengerti pemberian balas jasa yang diberikan koperasi sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


5. Kemandirian.

Koperasi berdiri dengan prinsip kemandirian dengan tidak berada di bawah naungan organisasi lain dan tidak bergantung serta mengandalkan organisasi lain, koperasi berdiri sendiri dengan membentuk struktur organisasi sendiri untuk mengelola dan menjalankan kegiatan usahanya dengan bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.


6. Pendidikan Perkoperasian

Koperasi mempunyai arah dan tujuan untuk dapat bekerja sama mengelola kegiatan yang bersifat positif membutuhkan keahlian dalam pengopersiannya maka dibutuhkan pendidikan dan pengarahan dalam penerapannya dengan bermaksud agar koperasi sebagai wadah yang berlandaskan prinsip dan asas kekeluargaan dapat bermanfaat, oleh karena itu pendidikan perkoperasian sangatlah dibutuhkan sebagai dasar pembentukan koperasi.


7. Kerjasama Antar Koperasi

Koperasi dikatakan bersifat mandiri dalam pengorganisasiannya tetapi dalam menjalankan kegiatan usahanya koperasi tetap menjalin hubungan dan kerjasama antar koperasi berupa komunikasi dan interaksi baik secara langsung maupun tidak langsung karena koperasi berlandaskan kekeluargaan dan dalam menjaga kelangsungan kehidupan perkoperasian diusahakan selalu mengadakan kerjasama agar dapat memperluas bidang usaha dan saling memberikan dukungan.

SHU Koperasi Sebagai Sistem Sosial-Ekonomi


Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi adalah selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost) dalam satu tahun waktu.


Pengertian SHU menurut Undang-Undang No. 25/1992, tentang perkoperasian, bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:

  1. SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
  2. SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
  3. Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.

Jadi, SHU koperasi sebagai sistem sosial-ekonomi karena dengan adanya SHU, koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dan itu berarti ikut berperan dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat.


Integrasi


Koperasi mempunyai kemampuan untuk menangani tugas-tigas perekonomian bagi kepentingan masyarakat, dengan mengutamakan service undertaking dan bukan profit undertaking dan adanya pemusatan-pemusatan koperasi memungkinkan koperasi melakukan usaha yang lebih besar karena koperasi dapat menghimpun modal yang lebih besar. Usaha yang dilakukannya terintegrasi sehingga segala sesuatunya sejalan dari sejak primer hingga induk, yang tidak memungkinkan adanya kompetisi-kompetisi yang bagaimanapun coraknya, kecuali kompetisi dalam peningkatan kegairahan kerja dari para anggotanya. Dalam koperasi, dikenal adanya integrasi dalam sejenis koperasi dan integrasi dalam sektor koperasi


I. Integrasi Dalam Sejenis Koperasi


Integrasi dalam sejenis koperasi meliputi :


a). Integrasi Horizontal :


Penggabungan koperasi-koperasi yang sejenis setingkat dalam tingkatan yang lebih tinggi, jadi dalam hal ini primer - pusat, pusat - gabungan, gabungan - induk koperasi. Dengan penggabungan yang demikian dimaksudkan supaya terjadi volume usaha yang besar atau lebih besar, sehingga tidak saja dapat bekerja lebih berhasil atau lebih memberikan manfaat, melainkan juga dapat lebih memudahkan dalam pelaksanaan perdagangannya.


b). Integrasi Vertikal :


Dalam hal ini penggabungan berlaku pada sejenis koperasi, dari primer ke induk sebagai satu unit usaha yang tak dapat dipisah-pisahkan. Maka jelas bahwa dalam integrasi vertikal ini, unitnya harus mempunyai rencana kerja yang integral (meliputi keseluruhan), sehingga kegiatan-kegiatannya sejak dari primer ke induk dan sebaliknya dari induk ke primer merupakan kegiatan usaha yang sambung-menyambung.


c). Paralelisasi :


Di samping koperasi yang Single Purpose didapat pula koperasi yang Multi Purpose atau Koperasi Serba Usaha yang menjalankan banyak usaha demi kepentingan para anggotanya, Koperasi Desa atau KUD termasuk dalam multi purposes ini. Dalam Koperasi Serba Usaha cara bekerja dan cara usahanya dilakukan secara paralel (berdampingan) sehingga dikenal adanya paralelisasi atau di Inggris dikenal dengan "Integrated Co-operation". Paralelisasi perkoperasian ini sangat cocok dijalankan di pedesaan-pedesaan di negara kita.






II. Integrasi Dalam Sektor Koperasi


Sifatnya horizontal dan vertikal, pemusatan dalam hal ini dapat meliputi integrasi dalam bidang idiil dan juga dalam bidang ekonomi.


a). Dalam Bidang Idiil


Pemusatan dalam hal ini bertujuan untuk mendapatkan bimbingan dalam segi idiil, jadi bukan secara langsung melakukan usaha dalam lapangan perekonomian, melainkan bertugas menentukan kebijaksanaan umum seperti yang harus dilakukan oleh Gerakan Koperasi Indonesia (Gerkopin dan Gerkopinda).


b). Dalam Bidang Ekonomi


pemusatan dalam hal ini bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar sektor perkoperasian pada umumnya, seperti misalnya pembentukan Bank Umum Koperasi (vide UU no. 14 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perbankan), Asuransi dan lain sebagainya.
  1. Vicky Cahyagi

    Vicky Cahyagi

    October 8, 2019 at 11:57 PM

    Artikel yang bagus seputar manajemen koperasi. Salam kenal, background saya dari manajemen inovasi & kewirausahaan. Silakan mampir ke blog saya

  2. HENI Ajaa

    HENI Ajaa

    October 9, 2019 at 6:18 PM

    Inget koprasi inget jaman sekolah dulu... Udh lm banget.. Yg sy inget cmn pak Hatta aja yaa bpk koprasi Indonesia... Di tmpt sy sih masih ada sih koprasi kecil"an..tp koprasi karyawan gitu.. Kl koprasi yg lmyn gede kyk simpan pinjam.. Petani dn sejenisnya kyknya udh jarang banget... Duh maaf ya pengetahuan sy ttg koprasi ga banyak tp ikutan komen

  3. sofyan Ya-an

    sofyan Ya-an

    October 9, 2019 at 7:38 PM

    Iya benar sih saya hampir lupa bagaimana sih sebenarnya kooperasi itu. Di zaman semuanya adalah bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya dengan usaha semudah mudahnya.

  4. Muhammad Candra Wijaya

    Muhammad Candra Wijaya

    October 9, 2019 at 8:21 PM

    Artikelnya sangat membantu untuk anak sekolah yg lagi nyari pengertian tentang koperasi, gan. 😁 Thanks artikel.